KESALAHAN-KESALAHAN PENULISAN ARAB
BAGI MAHASISWA JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA ARAB SEMESTER IV
Siti Mutmainnah Panigoro
mutmainnah.markarma@gmail.com
Abstrak:
Dalam proses pembelajaran bahasa asing merupakan hal yang
fenomenal apabila peserta didik mengalami kesalahan dan ini merupakan suatu hal
yang menjadi titik perhatian para pakar linguistik. Kesalahan-kesalahan
tersebut bisa saja ada dalam empat keterampilan dalam berbahasa salah satunya yaitu
maharatul kitabah. Dalam pembahasan ini , penulis melakukan
penelitian kesalahan penulisan arab dengan menggunakan metode imla’ pada
mahasiswa IAIN Sultan Amai Gorontalo jurusan Pendidikan Bahasa Arab semester
empat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesalahan apa saja yang
terdapat pada tulisan Arab mahasiswa IAIN Sultan Amai Gorontalo jurusan
Pendidikan Bahasa Arab semester empat.
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan analisis
kesalahan dengan metode kualitatif , yakni peneliti mengumpulkan data dari
lembar penulisan mahasiswa IAIN Sultan Amai Gorontalo jurusan Pendidikan Bahasa
Arab semester empat. Adapun langkah langkah yang digunakan peneliti untuk
menganalisis kesalahan yakni mengumpulkan data lembar penulisan mahasiswa,
mengidentifikasi kesalahan, mengklasifikasikan kesalahan, mendeskripsikan
kesalahan, mengklarifikasikan kesalahan, menjelaskan kesalahan. Dari hasil
analisis peneliti menemukan beberapa kesalahan dalam penulisan Arab dengan
menggunakan metode imla’ yang di lakukan mahasiswa IAIN Sultan Amai Gorontalo
jurusan Pendidikan Bahasa Arab semester empat, seperti dalam hal berikut ini:
1.
Kesalahan
dalam penggunaan Hamzah Qatha’.
2.
Kesalahan
dalam penggunaan Ta’ Maftuhah.
Dari hasil analisis
yang dilakukan , peneliti menemukan penyebab terjadinya kesalahan dalam
penulisan Arab dengan menggunakan metode imla’ yang dilakukan mahasiswa IAIN Sultan Amai Gorontalo jurusan Pendidikan
Bahasa Arab semester empat yaitu, ketidak tahuan mahasiswa akan kaidah bahasa
yang ditargetkan.
Kata Kunci: analisis
kesalahan, imla’, maharatul kitabah
A. Pendahuluan
Mata pelajaran bahasa Arab saat
ini telah diajarkan sejak dini diseluruh lembaga pendidikan Islam yang ada di
Indonesia. Mulai dari madrasah tingkat ibtidaiyah, tsanawiyah, dan aliyah.
Tidak hanya di pondok pesantren saja melainkan berkelanjutan hingga kejenjang
perguruan tinggi agama islam. Sebelumnya bahasa Arab sudah termasuk dalam
kurikulum yang disusun oleh pemerintah (Kementrian Agama) sehingga sudah bisa
di temukan di jenjang pendidikan apa saja. Dalam dunia perguruan tinggi islam,
bahasa Arab merupakan mata kuliah utama yang harus diambil oleh semua mahasiswa
dari semua fakultas dan jurusan. Kebijakan tersebut tentunya sudah tepat karena
sebagai lembaga pendidikan yang bercirikan agama islam bahasa Arab mutlak harus
dikuasai, atau paling tidak dipahami, oleh para siswa dan mahasiswanya.
Menulis dalam bahasa Arab (maharahtul
kitabah), terdapat dua aspek kemampuan yang harus dikembangkan yaitu
kemampuan teknis dan kemampuan ibda’I (produksi). Yang dimaksud dengan
kemampuanteknis adalah kemampuan menulis bahasa arab dengan benar, meliputi
kebenaran imla’ (tulisan), qawaid (susunan), dan penggunaan alamat
al-tarqim (tanda baca. Adapun ruang lingkup dala keterampilan menulis (maharatul
kitabah) yaitu imla’ (al-imla’) , kaligrafi (al-khath) dan
mengarang (at-ta’bir) (Syamsiyah). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa imla’
merupakan bagian dari ruang lingkup yang terdapat dalam pembelajaran menulis (kitabah)
terutama kemampuan teknis dalam menulis bahasa Arab secara benar.
Insitut Agama Islam Negeri Sultan
Amai Gorontalo sebagai salah satu perguruan tinggi islam yang membuka
kesempatan bagi pelajar yang ingin mendalami bahasa Arab pada jurusan
Pendidikan Bahasa Arab selama 8 semester dengan kewajiban tugas akhir skripsi
berbahasa Arab. Oleh karena itu untuk menempuh tugas akhir yaitu skripsi
berbahasa Arab maka setiap mahasiswa harus memiliki bekal yang matang baik dari
segi kaidah penulisan ataupun penyusunan dan pemaknaan bahasa Arab. Meskipun
bahasa Arab sudah diajarkan sejak mahasiswa memasuki bangku pertama kuliah di
IAIN Sultan Amai Gorontalo, namun banyak pihak yang masih merasakan betapa
rendahnya penguasaan bahasa Arab mereka. Namun bila ditelusuri, kemampuan
berbahasa Arab yang ada pada sebagian kecil mahasiswa ini sesungguhnya lebih
disebabkan oleh pengenalan mereka yang telah cukup intens dengan bahasa Arab
sebelum mereka masuk IAIN Sultan Amai Gorontalo, misalnya melalui pendidikan
pesantren. Secara umum, kelompok mahasiswa yang disebutkan terakhir ini
memiliki penguasaan bahasa Arab yang lebih baik dibandingkan dengan rekan-rekan
mereka yang ridak pernah mendapatkan pendidikan di pesantren.
Dalam hal ini peneliti menggunakan
metode imla’ guna mengetahui sejauh mana penguasaan mahasiswa dalam penulisan
Arab. Jika kita berbicara tentang imla’, maka selama ini banyak yang menganggap
bahwa imla’ itu hanya sekedar mendiktekan kata atau kalimat kepada peserta
didik atau mahasiswa , sehingga imla’ mendapat perhatian dan tidak perlu untuk
diajarkan, anggapan ini tentu saja keliru. Kebenarannya adalah dikte adlah
pengertian imla’ secara sederhana dan hanya bagian aplikasi dari imla’.
Faktanya tidak semua kata bahasa Arab yang mempunyai bunyi yang sama dengan
bentuk tulisan, ada kata yang mempunyai satu bunyi tetapi mempunyai banyak
bentuk tulisan, dan tidak mungkin semua bentuk tulisan itu benar.
Kompetensi diatas idealnya harus
dimiliki setiap mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah IAIN
Sultan Amai Gorontalo. Tetapi sangat disayangkan masih banyak
kesalahan-kesalahan yang ditemukan penulis dalam hasil tulisan mahasiswa pada
tugas-tugas kuliah seperti makalah dan lembar jawaban UAS. Maka dari itu
fenomena yang dijelaskan diatas sangat menarik perhatian peneliti dalam
meninjau apa sajakah kesalahan-kesalahan penulisan bahasa Arab pada mahasiswa
khususnya mahasiswa IAIN Sultan Amai Gorontalo jurusan Pendidikan Bahasa Arab
semester empat.
B.
Analisis
Kesalahan dalam Penulisan Arab Mahasiswa Jurusan PBA Semester 4.
Analisis
kesalahan sebagai bagian dari linguistik terapan sangat berguna dalam kegiatan
pengajaran bahasa asing. Namun demikian, itu tidak berarti bahwa Analisis
kesalahan tidak bisa dipakai di bidang pengajaran bahasa pertama atau bahasa
ibu karena kesalahan, secara teoritis berarti “penyimpangan yang digunakan anak
dari pola bahasa yang digunakan oleh orang dewasa”(Mughni). Kesalahan-kesalahan ini
baru akan diketahui melalui ekspresi baik itu berupa percakapan atau tulisan
yang dimunculkan.
Dalam
hal ini, sebelum dilakukan analisis, terlebih dahulu peneliti membagikan teks
bacaan dan memberi waktu kepada mahasiswa untuk menganalisis teks tersebut.
Adapun waktu yang digunakan untuk menganalisis teks tersebut sesuai dengan
kesepakatan bersama. Setelah waktu selesai mahasiswa sudah siap dan imla’nya
dimulai dengan peneliti mendikte teks bacaan yang sudah di pelajari mahasiswa
sebelumnya, setelah selesai peneliti mengumpulkan hasil tulisan arab mahasiswa,
peneliti mengidentifikasi kesalahan-kesalahan penulisan Arab diklasifikasikan menjadi tiga jenis kesalahan
yaitu:
1.
Kesalahan
Penggunaan Hamzah
Kesalahan penulisan hamzah
diatas huruf ya’.
Contoh:
|
No.
|
Salah
|
Benar
|
|
1.
|
المئمنين
|
المؤمنين
|
|
2.
|
لئزيدنّكم
|
لأزيدنّكم
|
|
3.
|
ئحسنهم
|
أحسنهم
|
Penulisan hamzah di atas wawu pada kata (المؤمنين) disebabkan karena ada huruf hamzah
yang sebelumnya diawali dengan harakat dhummah. Adapun sebagian mahasiswa
menulis dengan menggunakan hamzah di atas huruf ya’ (المئمنين). Penyebab kesalahan adalah
mahasiswa belum bisa membedakan kaidah penulisan hamzah di atas huruf wawu
dan penulisan huruf hamzah di atas huruf ya’ dengan baik dan
benar.
Kesalahan penggunaan hamzah
qatha’ pada isim dhamir. Sebelumnya hamzah qatha’ adalah hamzah
yang terletak di awal kata, tertulis dan selalu berbunyi (baik jika kalimah
yanng berhamzah qatha’ tersebut tidak didahului oleh kalimah lain,
maupun jika didahului oleh kalimah lain) (Hula). Berikut contoh kesalahan
penggunaan hamzah qatha’ pada isim dhamir.
Contoh:
|
No.
|
Salah
|
Benar
|
|
1.
|
اياه
|
إياه
|
|
2.
|
انتم
|
أنتم
|
Kata
(إياه)
merupakan isim dhamir muttashil mahal nashab (kata ganti) yang penulisan
hamzahnya harus ditulis dengan menggunakan hamzah qath’. Adapun sebagian
mahasiswa menulis dengan hamzah washal (اياه).
Sedangkan kata (أنتم)
merupakan dhamir muttasil mahal rofa’ (kata ganti) yang hamzahnya harus
ditulis dengan menggunakan hamzah qath’. Adapun sebagian mahasiswa
menulis dengan hamzah washal (انتم).
Penyebabnya adalah siswa tidak mengetahui kaidah penulisan hazah qath’ pada
isim dhomir muttasil dengan baik
dan benar.
2.
Kesalahan
Penggunaan Tanwin
Kesalahan fathatain pada isim nashab.
Contoh:
|
No.
|
Salah
|
Benar
|
|
1.
|
ايماننْ
|
ايمانًا
|
|
2.
|
خلقنْ
|
خلقًا
|
Kata
(ايمانًا) merupakan isim mansub dan cara penulisannya dengan
menggunakan harakat fathatain serta menambahkan huruf alif di
belakangnya karena sesuai dengan kaidah imla’. Adapun sebagian mahasiswa
menulis dengan menambahkan dengan huruf nun sukun di belakangnya (ايماننْ). Penyebab kesalahan ini karena mahasiswa tidak mengetahui
kaidah penulisan tanwin pada isim
mansub dengan baik dan benar.
Kesalahan penggunaan kasratain pada isim
majrur.
Contoh:
|
Salah
|
benar
|
|
أعيننْ
|
أعينٍ
|
Kata (أعينٍ) merupakan isim majrur yang
berkedudukan sebagai mudhaf ilaih dan cara penulisannya dengan memberi
harakat kasratain pada huruf terakhir. Adapun sebagian mahasiswa menulis
dengan menambahkan huruf nun sukun di belakangnya (أعيننْ). Penyebab kesalahan ini karena mahasiswa tidak mengetahui
kaidah penulisan tanwin dengan baik dan benar.
3.
Kesalahan
Penggunaan Ta’ Marbuthah
Kesalahan penggunaan ta’ marbuthah pada
isim muannats.
Contoh:
|
Salah
|
Benar
|
|
قرت
|
قرة
|
Kata
(قرة) merupakan bentuk isim muannats yang harus ditulis
dengan menggunakan ta’ marbuthah. Adapun sebagian mahasiswa menulis
dengan menggunakan ta’ maftuhah (قرت).
Penyebab kesalahan ini karena mahasiswa tidak mengetahui perbedaan penulisan
kaidah ta’ marbuthah dan ta’
maftuhah dengan baik dan benar.
C.
Kesimpulan
dan Saran
Secara keseluruhan , terdapat
2 kesalahan untuk kategori hamzah, 2 kesalahan untuk kategori tanwin,
dan 1 kesalahan untuk kategori ta’ marbuthah. Kesalahan-kesalahan ini
terjadi karena kurangnya pengetahuan mengenai kaidah penulisan bahsa Arab
mahasiswa IAIN Sultan Amai Gorontalo jurusan PBA semester 4. Karena pada
dasarnya keterampilan menulis (maharaul kitabah) merupakan kemampuan
dasar yang harus dimiliki setiap mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa Arab.
Oleh karena itu perlu adanya
upaya-upaya guna meningkatkan kemampuan berbahasa Arab terutama dalam
keterampilan menulis sehinga kesalaha-kesalahan seperti ini tidak akan terulang
lagi dikemudian hari.
Daftar Pustaka
Mughni, Subhan.
“Analisis Kesalahan Menulis Bahasa Arab Di Kalangan Mahasiswa Program Studi
Bahasa Arab.” Alqalam, vol. 22, no. 3, 2005, p. 476,
doi:10.32678/alqalam.v22i3.1371.
Syamsiyah, Barid. Analisis Kesalahan
Berbahasa Dalam Imla ’ Mahasiswa IAIN Salatiga. 2019, pp. 21–44.
Hula, Ibnu Rawandhy N. QAWAID
AL-IMLA WA AL-KHAT: Kaidah-kaidah Menulis Huruf dan Kata Arab dan Seni
Kaligrafi. IAIN Sultan Amai Gorontalo, 2016.
Comments
Post a Comment